PANTAI PANJANG, TRIATHLON, DAN KOPI BENGKULU
22:10:00
Berapa panjang garis pantai yang pernah kalian datangi? Apakah
ada yang lebih dari 7 km? Kalau belum, Pantai Panjang Bengkulu masih memegang
rekor sebagai pantai terpanjang yang pernah kita temui. Benar-benar sesuai
namanya, pantai ini memang panjang. Sebenarnya, dari ujung ke ujung, pantai ini
lebih dari 300 km, namun di Kota Bengkulu saja panjangnya sekitar 7 km.
Pantai Panjang berjarak 3 km dari pusat di kota, tepatnya di
Jalan Pariwisata, Lempuing, Ratu Agung, Kota Bengkulu. Tak sulit menemukannya
karena letaknya amat stratregis, sangat dekat dengan jalan raya. Jika tak
membawa kendaraan pribadi, tersedia kendaraan umum dari pusat kota ke Pantai Panjang.
Tak heran, objek ini menjadi tempat favorit bagi warga atau wisatawan untuk
menghabiskan waktu bersama keluarga.
Terang saja mereka betah karena sepanjang tepian pantai ini
tumbuh hutan cemara yang rindang. Bukan cuma sepetak dua petak, tetapi
sepanjang 7 km itu juga terdapat hutan cemara! Piknik bareng teman atau
keluarga di bawah teduhnya hutan cemara pasti terasa asik. Angin sepoi-sepoi
benar-benar menyegarkan suasana. Menyantap bekal dari rumah pun akan terasa
semakin nikmat. Kalau kurang, pengunjung tinggal mampir ke warung tenda yang
tertata rapi di tepi pantai. Air kelapa mudanya segar lho.
Bukan pole dancer (pict by Mas Faat) |
Kapan lagi bisa gila-gilaan sama para blogger kece (pict by Mas Faat) |
Pantai ini juga menjadi lokasi sport center dengan beragam fasilitas olahraga. Bola voli, sepak
bola pantai, jogging, atau bersepeda merupakan aktivitas yang bisa dilakukan di
sini. Surfing pun bisa dicoba karena
pantai ini memiliki ombak yang ideal untuk berselancar. Ripcurl bahkan pernah
menjadikan pantai ini sebagai lokasi even surfing.
Namun, pengunjung tidak diperbolehkan berenang karena 4-5 meter dari bibir
pantai terdapat palung laut. Sempat ada korban jiwa yang tewas saat berenang di
sini.
Kami, para peserta Famtrip Bengkulu, mengunjungi pantai ini sambil
menunggu peserta Bengkulu Triathlon 2017 tiba di garis finish. Sasaran pertama kami adalah tulisan ikon Pantai Panjang
warna-warni di dekat pantai. Mulai foto loncat hingga video boomerang, semua kami lakoni. Selanjutnya,
para blogger yang tak bisa berhenti bercanda ini berpencar menjelajahi pantai
landai dengan garis pasang surut sekitar 500 meter ini. Mereka menyebar ke
beberapa spot yang menarik untuk berfoto.
Ayunan yang mengundang |
Waktu sunset pasti lebih indah |
Pantai nan landai |
Saya dan beberapa blogger pagi itu tertarik dengan ayunan
yang berdiri mengundang di pasir pantai. Dasar iseng, kami pun bergantian main
ayunan yang mungkin sebenarnya disediakan runtuk para bocah atau traveler
cantik ini. Namun, mungkin foto-foto di sini akan lebih menarik pada sore hari,
saat matahari tenggelam. Panorama sunset
berpadu dengan siluet ayunan. Sudah terbayang serupa apa caption fotonya di Instagram. Kalau bukan kata-kata galau, ya quotes hasil copas dari Google. Hehehe.
Puas main ayunan, saya tergoda naik ke menara pandang. Ada
dua menara pandang, berdiri di antara ikon tulisan Pantai Panjang. Lumayan juga
view pantai ini dari ketinggian.
Meskipun hanya tiga lantai, menara ini memberi saya kesempatan untuk
membuktikan dengan mata kepala sendiri panjangnya garis Pantai Panjang. Tampak
pula deretan pohon cemara sepanjang tepi pantai. Serasa tak ada kata cukup
menaiki satu menara pandang, saya pun menjajal menara lainnya.
View dari atas menara pandang sisi kiri |
View dari atas menara pandang sisi kanan |
Jarum jam menunjuk angka 09.50 saat sebuah pesan masuk di
grup Whatsapp Famtrip Bengkulu. Mbak Lidya, kru Alesha Wisata (partner Dinas
Pariwisata Provinsi Bengkulu dalam famtrip ini), mengingatkan kami bahwa
peserta Bengkulu Triathlon 2017 hampir memasuki area finish. Dia meminta kami berkumpul untuk mengabadikan gambar para
peserta lomba. Segera kami mengambil spot terbaik, tentu saja lokasi yang teduh
dan dekat garis finish. Duduk di tepi
jalan di antara para pelajar seru juga sambil menyemangati peserta lomba yang
diselenggarakan oleh Pangkalan TNI AL Bengkulu ini.
Rute yang ditempuh para peserta Bengkulu Triathlon 2017 cukup
panjang. Start dari geladak KRI Banda
Aceh 593 di Pelabuhan Pulai Baai Bengkulu, mereka berenang menuju tepi Pantai
Tapak Paderi. Selanjutnya, mereka mengayuh sepeda menyusuri Kota Bengkulu dan
berlari hingga sport center Pantai
Panjang. Mereka berlomba dalam dua kategori, yaitu sprint distance (750 meter renang, 20 km bersepeda, 5 km lari)
serta standart distance (1,5 km
renang, 40 km bersepeda, 10 km lari). Wajah-wajah lelah nan puas tampak ketika
mereka sampai di garis finish.
Kelly Tandiono finish di urutan ketiga di kategori women sprint distance |
Pelari dari mancanegara |
Ini adalah tahun pertama Provinsi Bengkulu menggelar lomba triathlon.
Even ini direncanakan menjadi kegiatan tahunan karena sejalan dengan program Visit 2020 Wonderful Bengkulu. Maklum,
triathlon tahun ini saja sudah diikuti oleh para atlet dari sejumlah kota di
Indonesia serta mancanegara seperti Portugal, Prancis, Inggris, dan Turki.
Tampak di antara mereka presenter Farhan, mantan atlet renang Richard Sambera,
dan model Indonesia yang sempat menjadi mentor Asia’s Next Top Model, Kelly
Tandiono. Bengkulu Triathlon digadang-gadang bakal menarik wisatawan sebagai
wisata minat khusus, sport tourism.
Selepas meliput Bengkulu Triathlon 2017 dan beristirahat
sejenak di hotel, para peserta famtrip diajak menikmati beragam racikan kopi
dalam Bengkulu Coffee Festival. Ajang ini juga digelar di tempat yang sama,
yaitu sport center dekat Pantai
Panjang. Ini adalah wahana berkumpulnya
para produsen kopi untuk memamerkan produk unggulan mereka. Masing-masing
menjamu para tamu yang mampir ke stand mereka. Selain itu, Bengkulu Coffee
Festival juga disemarakkan dengan workshop tentang peluang kopi robusta dan
arabika Bengkulu menembus pasar internasional.
Bengkulu ternyata daerah penghasil kopi berkualitas |
Bahas peluang kopi Bengkulu di pasar dunia |
Antre icip kopi Bengkulu |
Baristanya senior lho |
Lengkap sudah pagi kami. Menikmati indahnya Pantai Panjang,
menjadi saksi kemenangan peserta lomba Triathlon, dan merasakan sensasi kopi
asli Bengkulu. Energi serasa terbarukan untuk melanjutkan perjalanan di
provinsi yang terdiri atas satu kota dan sembilan kabupaten ini. Bertambah lagi
alasan kami memilih Bengkulu sebagai tujuan wisata. Ke mana lagi kami akan
singgah? Ikuti terus catatan perjalanan saya ya. (*)
26 comments
Ada Kelly...mukanya tetep sumringah yah walaupun abis triatlon. kalo aku sumringah di rumah makan Padang dengan sajian beraneka ragam
ReplyDeleteHahaha, tetep ya makanan. Gimana ga naik jadi 84 kg hehe.
DeleteKelly memang charming. Dia ramah kalo disapa. DM di Instagram aja dibalas sama dia.
wah.. lengkap banget ya jalan2 ke Bengkulunya.. hehehe..
ReplyDeleteAlhamdulillah lengkap Mas, dan masih ada beberapa destinasi lagi yang menyusul tayang hehehe
DeleteWaaah, jadi pengen kopi Bengkulu
ReplyDeleteRasanya mantaaaap hehe
DeleteJadi pengen nyoba kopinya .apakah sama rasanya dengan kopi jawa?
ReplyDeleteKarena saya bukan penggemar fanatik kopi, di lidah saya, rasa kopi Bengkulu sama kok dg yg di Jawa, hehehe
DeleteKemaren diajakin... tapi pas waktunya gak matching..heheheh.. Seru ya...
ReplyDeleteKak Vika sibuk sih, hehe. Alhamdulillah seru banget, Kak.
Deleteitu emang bersih banget gitu ya pantainya.. pas banget langitnya cerah...
ReplyDeletebtw... 300 km panjang juga ya. pasti berkelok kelok...
panjang kota Situbondo mencapai 150 km dari ujung barat ke timur mas edy. ahahaha.. bagian utara juga pantai semua... gtw de panjang pantainya berapa...
beberapa udah ada yang bagus dibuat tempat wisata. beberapa masih virgin.. virgin maksudnya wisatawan luar g tahu...
Wah, jadi pengen main ke Situbondo, Mas Uwan. Belum pernah nih. Apalagi ada pantai yang masih virgin. Semoga ada kesempatan ke sana.
Deletemantap pak, oleh-oleh kopinya gak nyampe bojonegoro.. haha
ReplyDeleteMemang Pak Luqman doyan kopi? Masih ada kok kalau mau.
DeleteAku nggak foto lama2 di sana :)))
ReplyDeletePanas sekali :(
Jadi aku lebih memilih ngadem sambil minum es kelapa deh.
Aku pun akhirnya ngadem Kak, minum jus buah di deket sport center
Deleteaku kok malah nggak sempat foto dari gardu pandang pantai panjang ya kemarin? viewnya mayan oke ternyata. malah kebanyakan bengong di pantai hahaha. kopinya enak anyway kak, seger. tapi... lebih seger es kalamansi selasih yang di sebelahnya ya hahahaha
ReplyDeleteSetujuuuu, es kalamansi selasih seger banget. Apalagi siang itu panas banget kan, Kak
DeleteAku belum pernah ke Bengkulu ( hehehe kurang piknik). Nah bila nanti ada kesempatan pasti mengunjungi Pantai Panjang ini secara kelihatannya cantik sekali. Dengan panjang 7 km datang sore hari dapat juga olahraga sekalian. Habis itu nyeruput kopi Bengkulu deh. Indah bener ����
ReplyDeleteKak Evi belum ke Bengkulu, tapi sudah ke banyak provinsi di Indonesia. Semoga segera ke Bengkulu ya, Kak.
DeleteOalah ternyata ini toh pantai Panjang yang sempet ngehits di kalangan anak-anak dagelan.
ReplyDeletebiasanya kalo buat lelucon kata 'pan' nya di hapus, sisanya ditulis 'T** Panjang'.
Maaf aku ga bermaksud ngomong tidak sopan tapi pantai sebagus ini seharusnya jangan dijadikan bahan becandaan yaah :)
Semoga banyak insan yang tersadarkan wkwk :v
okedeh ,, makasih bang story tripnya, kini aku tahu latar belakang Pantai Panjang :)
Hahaha. Iya sih, ada temen yang crop foto tulisan Pantai Panjang jadi T** Panjang. Mungkin itu dianggap lucu yaaa. Salut nih sama Mas yang perhatian sama hal-hal seperti ini.
DeleteSama-sama, Mas. Semoga bermanfaat ya!
Seruuu. Pasti bakal lebih asyik kalau pagi atau senja ya, nggak kepanasan hehe. Ada menara pandangnya pulak.
ReplyDeleteSeru banget Kak. Iya sih, sunsetnya pasti bagus hehehe
Deleteseru ya mas, blognya bikin iri.... hiks hiks
ReplyDeleteWaah, terima kasih banyak Mas, hehe
Delete